Kamis, 08 Maret 2012

Sistematika Karang

1.    Pengertian Karang
Karang adalah organisme (hewan) yang mendiami perairan laut tropis dan dangkal yang merupakan salah satu penghasil kerangka kapur di lautan yang kebanyakan darin jenisnya bersimbiosis dengan zooxathella. Karang terbagi menjadi dua kelompok besar yakni hexacoralia (karang keras) dan octocoralia (karang lunak). Karang.
2.    Sistematika Karang
Terumbu karang atau coral reefs adalah ekosistem di dasar laut tropis yang dibangun terutama oleh biota laut penghasil kapur (CaCO ) yang dihasilkan oleh organisme karang pembentuk terumbu (karang hermatipik) khususnya jenis-jenis karang batu dan alga berkapur, bersama-sama dengan biota yang hidup di dasar lainnya dari filum Cnidaria, ordo Scleractinia yang hidup bersimbiosis dengan zooxantellae, dan sedikit tambahan dari algae berkapur serta organisme lain yang menyekresi kalsium karbonat Terumbu karang bisa dikatakan sebagai hutan tropis ekosistem laut (Nirwan, 2011).
Tabel 1. Klasifikasi Karang Secara Umum, Filum Cnidaria (Coelentara) (Veron, 1986).
Kelas
Bangsa
Sub-Bangsa
Suku
Marga
Anthozoa
Coenthecalia

Helioporidae
Heliopora
Gorgonacea

Corallidae
Melithaeidae
Corallium
Melithaea
Stolinifera

Tubiporidae
Tubipora
Scleractinia
Archaecoenina
Astrocoeniidae
Stylocoeniella
Acroporidae
Acropora
Montipora
Anacropora
Astreopora
Pocilloporidae
Pocillopora
Seriatopora
Stylopora
Palauastrea
Madracis
Fungiina
Siderastreidae
Psammocora
Coscinaraea
Pseudosiderastrea
Siderastrea
Anomastrea
Horastrea
Agariciidae
Pavona
Leptoseris
Gardineroseris
Coeloseris
Pachyseris
Agaricia
Fungiidae
Cycloseris
Diaseris
Heliofungia
Fungia


Herpolitha
Polyphyllia

Halomitra
Sandalolitha
Lithophyllon
Zoopilus
Podabacia
Micrabaciidae
Letepsammia
Fungiacyathidae
Fungiacyathus
Faviina
Rhyzangidae
Culicia
Astrangia
Pectiniidae
Echinophyllia
Oxypora
Mycedium
Pectinia
Physophyllia
Mussidae
Blastomussa
Cynarina
Scolymia
Australomussa
Acanthastrea
Lobophyllia
Simphyllia
Merulinidae
Hydnophora
Merulin
Paraclaverinaa
Scapophyllia
Boninastrea
Faviidae
Caulastrea
Favia
Barabattoia
Favites
Goniastrea
Platygyra
Australogyra
Leptoria
Oulophyllia
Oulastrea
Montastrea
Plesiastrea
Diploastrea
Leptastrea
Astreosmilia
Arythrastrea
Cypastrea
Echinopora
Moseleya
Trachyphylliidae
Trachyphyllia
Wellsophyllia
Caryophyllina
Caryophylliidae
Euphyllia
Catalophyllia
Plerogyra
Physogyra


Montigyra

Nemenzophylia
Gyrosmilia
Heterocyathus
Ahermatypic 20
Parasmillidae

Turbinolidae
Guyniidae
Stenocyathus
Flabellidae
Flabellum
Placotrochus
Monomyces
Gardineria
Meandrina
Oculinidae
Galaxea
Archelia
Madrepora
Cyathelia
Meandrinidae
Ctenella
Dendrophyllina
Dendrophyllidae
Dendrophyllia
Tubastrea
Turbinaria
Balanophyllia
Duncanopsammia
Ahermatypic 7
Poritina
Poritidae
Porites
Stylaraea
Goniopora
Alveopora
Hydrozoa
Milleporina

Milleporidae
Millepora
Stylasterina

Stylasteridae
Stylaster
Distichopora

2.1   Sistematika Karang Secara Anatomi
Karang atau disebut polip memiliki bagian-bagian tubuh terdiri dari :
1. Mulut dikelilingi oleh tentakel yang berfungsi untuk menangkap mangsa dari perairan serta sebagai alat pertahanan diri.
2. Rongga tubuh (coelenteron) yang juga merupakan saluran pencernaan (gastrovascular).
3. Dua lapisan tubuh yaitu ektodermis dan endodermis yang lebih umum disebut gastrodermis karena berbatasan dengan saluran pencernaan. Di antara kedua lapisan terdapat jaringan pengikat tipis yang disebut mesoglea. Jaringan ini terdiri dari sel-sel, serta kolagen, dan mukopolisakarida. Pada sebagian besar karang, epidermis akan menghasilkan material guna membentuk rangka luar karang. Material tersebut berupa kalsium karbonat (kapur) (Ofri Johan, 2009).

Bertempat di gastrodermis, hidup zooxanthellae yaitu alga uniseluler dari kelompok Dinoflagelata, dengan warna coklat atau coklat kekuning-kuningan.
Mengapa zooxanthellae ada dalam tubuh karang, kemudian apa perannya serta bentuk hubungan seperti apa yang ada antara karang dan zoox akan dibahas lebih lanjut pada bagian Asosiasi Zooxanthellae dengan karang (Ofri Johan, 2009).
Karang dapat menarik dan menjulurkan tentakelnya. Tentakel tersebut aktif dijulurkan pada malam hari, saat karang mencari mangsa, sementara di siang hari tentekel ditarik masuk ke dalam rangka (Ofri Johan, 2009).
Di ektodermis tentakel terdapat sel penyengatnya (knidoblas) , yang merupakan ciri khas semua hewan Cnidaria. Knidoblas dilengkapi alat penyengat (nematosita) beserta racun di dalamnya. Sel penyengat bila sedang tidak digunakan akan berada dalam kondisi tidak aktif, dan alat sengat berada di dalam sel. Bila ada zooplankton atau hew an lain yang akan ditangkap, maka alat penyengat dan racun akan dikeluarkan (Ofri Johan, 2009).
2.2  Sistematika Karang Secara Morfologi
Secara morfologi, karang merupakan individu (hewan) yang terdiri dari jaringan keras (rangka kapur) dan jaringan lunak (polip).tampak memiliki organ luar seperti tentacle, mulut, dan rangka kapur (CaCO3). Rangka kapur karang itu sendiri pun memiliki bagian yang sangat kompleks yang berfungsi sebagai penyokong dan penghubung antar pholip dalam satu koloni karang.
a. Koralit, merupakan keseluruhan rangka kapur yang terbentuk dari satu polip.
b. Septa, lempeng vertikel yang tersusun secara radial dari tengah tabung, seri
septa berbentuk daun dan tajam yang keluar dari dasar dengan pola berbeda
pada tiap spesies sehingga menjadi dasar pembagian (klasifikasi) spesies karang. Dalam satu koralit terdapat beberapa lempeng vertikel septa.
c. Konesteum, suatu lempeng horisontal yang menghubungkan antar koralit.
d. Kosta, bagian septa yang tumbuh hingga mencapai dinding luar dari koralit
e. Kalik, bagian diameter koralit yang diukur dari bagian atas septa yang berbentuk
lekukan mengikuti bentuk bibir koralit
f. Kolumela, struktur yang berada di tengah koralit. Terdapat empat bentuk kolumela yang sering dijumpai yaitu padat, berpori, memanjang dan tanpa kolumela.
g. Pali, bagian dalam sebelah bawah dari septa yang melebar membentuk tonjolan sekitar kolumela. Membentuk struktur yang disebut paliform.
h. Koralum, merupakan keseluruhan rangka kapur yang dibentuk oleh keseluruhan polip dalam satu individu atau satu koloni.
i. Lempeng dasar, merupakan bagian dasar atau fondasi dari septa yang muncul membentuk struktur yang tegak dan melekat pada dinding (Nirwan, 2011).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar