1. Pengertian
Karang
Karang adalah organisme (hewan) yang mendiami
perairan laut tropis dan dangkal yang merupakan salah satu penghasil kerangka
kapur di lautan yang kebanyakan darin jenisnya bersimbiosis dengan zooxathella.
Karang terbagi menjadi dua kelompok besar yakni hexacoralia (karang keras) dan
octocoralia (karang lunak). Karang.
2. Sistematika
Karang
Terumbu karang atau
coral reefs adalah ekosistem di dasar laut tropis yang dibangun terutama oleh
biota laut penghasil kapur (CaCO ) yang dihasilkan oleh organisme karang
pembentuk terumbu (karang hermatipik) khususnya jenis-jenis karang batu dan
alga berkapur, bersama-sama dengan biota yang hidup di dasar lainnya dari filum
Cnidaria, ordo Scleractinia yang hidup bersimbiosis dengan zooxantellae, dan
sedikit tambahan dari algae berkapur serta organisme lain yang menyekresi
kalsium karbonat Terumbu karang bisa dikatakan sebagai hutan tropis ekosistem
laut (Nirwan, 2011).
Tabel 1. Klasifikasi Karang Secara Umum, Filum Cnidaria
(Coelentara) (Veron, 1986).
Kelas
|
Bangsa
|
Sub-Bangsa
|
Suku
|
Marga
|
Anthozoa
|
Coenthecalia
|
Helioporidae
|
Heliopora
|
|
Gorgonacea
|
Corallidae
Melithaeidae
|
Corallium
|
||
Melithaea
|
||||
Stolinifera
|
Tubiporidae
|
Tubipora
|
||
Scleractinia
|
Archaecoenina
|
Astrocoeniidae
|
Stylocoeniella
|
|
Acroporidae
|
Acropora
|
|||
Montipora
|
||||
Anacropora
|
||||
Astreopora
|
||||
Pocilloporidae
|
Pocillopora
|
|||
Seriatopora
|
||||
Stylopora
|
||||
Palauastrea
|
||||
Madracis
|
||||
Fungiina
|
Siderastreidae
|
Psammocora
|
||
Coscinaraea
|
||||
Pseudosiderastrea
|
||||
Siderastrea
|
||||
Anomastrea
|
||||
Horastrea
|
||||
Agariciidae
|
Pavona
|
|||
Leptoseris
|
||||
Gardineroseris
|
||||
Coeloseris
|
||||
Pachyseris
|
||||
Agaricia
|
||||
Fungiidae
|
Cycloseris
|
|||
Heliofungia
|
||||
Fungia
|
||||
Herpolitha
|
||||
Polyphyllia
|
||||
Halomitra
|
||||
Sandalolitha
|
||||
Lithophyllon
|
||||
Zoopilus
|
||||
Podabacia
|
||||
Micrabaciidae
|
Letepsammia
|
|||
Fungiacyathidae
|
Fungiacyathus
|
|||
Faviina
|
Rhyzangidae
|
Culicia
|
||
Astrangia
|
||||
Pectiniidae
|
Echinophyllia
|
|||
Oxypora
|
||||
Mycedium
|
||||
Pectinia
|
||||
Physophyllia
|
||||
Mussidae
|
Blastomussa
|
|||
Cynarina
|
||||
Scolymia
|
||||
Australomussa
|
||||
Acanthastrea
|
||||
Lobophyllia
|
||||
Simphyllia
|
||||
Merulinidae
|
Hydnophora
|
|||
Merulin
|
||||
Paraclaverinaa
|
||||
Scapophyllia
|
||||
Boninastrea
|
||||
Faviidae
|
Caulastrea
|
|||
Favia
|
||||
Barabattoia
|
||||
Favites
|
||||
Goniastrea
|
||||
Platygyra
|
||||
Australogyra
|
||||
Leptoria
|
||||
Oulophyllia
|
||||
Oulastrea
|
||||
Montastrea
|
||||
Plesiastrea
|
||||
Diploastrea
|
||||
Leptastrea
|
||||
Astreosmilia
|
||||
Arythrastrea
|
||||
Cypastrea
|
||||
Echinopora
|
||||
Moseleya
|
||||
Trachyphylliidae
|
Trachyphyllia
|
|||
Wellsophyllia
|
||||
Caryophyllina
|
Caryophylliidae
|
Euphyllia
|
||
Plerogyra
|
||||
Physogyra
|
||||
Montigyra
|
||||
Nemenzophylia
|
||||
Gyrosmilia
|
||||
Heterocyathus
|
||||
Ahermatypic 20
|
||||
Parasmillidae
|
||||
Turbinolidae
|
||||
Guyniidae
|
Stenocyathus
|
|||
Flabellidae
|
Flabellum
|
|||
Placotrochus
|
||||
Monomyces
|
||||
Gardineria
|
||||
Meandrina
|
Oculinidae
|
Galaxea
|
||
Archelia
|
||||
Madrepora
|
||||
Cyathelia
|
||||
Meandrinidae
|
Ctenella
|
|||
Dendrophyllina
|
Dendrophyllidae
|
Dendrophyllia
|
||
Tubastrea
|
||||
Turbinaria
|
||||
Balanophyllia
|
||||
Duncanopsammia
|
||||
Ahermatypic 7
|
||||
Poritina
|
Poritidae
|
Porites
|
||
Stylaraea
|
||||
Goniopora
|
||||
Alveopora
|
||||
Hydrozoa
|
Milleporina
|
Milleporidae
|
Millepora
|
|
Stylasterina
|
Stylasteridae
|
Stylaster
|
||
Distichopora
|
2.1
Sistematika
Karang Secara Anatomi
Karang
atau disebut polip memiliki bagian-bagian tubuh terdiri dari :
1. Mulut dikelilingi
oleh tentakel yang berfungsi untuk menangkap mangsa
dari perairan serta sebagai alat pertahanan diri.
2. Rongga
tubuh (coelenteron) yang juga merupakan saluran
pencernaan (gastrovascular).
3. Dua
lapisan tubuh yaitu ektodermis dan endodermis yang lebih umum disebut
gastrodermis karena berbatasan dengan saluran
pencernaan. Di antara kedua lapisan terdapat jaringan pengikat tipis yang
disebut mesoglea. Jaringan ini terdiri dari sel-sel, serta kolagen, dan
mukopolisakarida. Pada sebagian besar karang, epidermis akan menghasilkan
material guna membentuk rangka luar karang. Material tersebut berupa kalsium
karbonat (kapur) (Ofri Johan, 2009).
Bertempat
di gastrodermis, hidup zooxanthellae yaitu alga uniseluler dari kelompok
Dinoflagelata, dengan warna coklat atau coklat kekuning-kuningan.
Mengapa
zooxanthellae ada dalam tubuh karang, kemudian apa perannya serta bentuk hubungan
seperti apa yang ada antara karang dan zoox akan dibahas lebih lanjut pada
bagian Asosiasi Zooxanthellae dengan karang (Ofri Johan, 2009).
Karang
dapat menarik dan menjulurkan tentakelnya. Tentakel tersebut aktif dijulurkan
pada malam hari, saat karang mencari mangsa, sementara di siang hari tentekel
ditarik masuk ke dalam rangka (Ofri Johan, 2009).
Di
ektodermis tentakel terdapat sel penyengatnya (knidoblas) , yang merupakan ciri
khas semua hewan Cnidaria. Knidoblas dilengkapi alat penyengat (nematosita)
beserta racun di dalamnya. Sel penyengat bila sedang tidak digunakan akan
berada dalam kondisi tidak aktif, dan alat sengat berada di dalam sel. Bila ada
zooplankton atau hew an lain yang akan ditangkap, maka alat penyengat dan racun
akan dikeluarkan (Ofri Johan, 2009).
2.2 Sistematika
Karang Secara Morfologi
Secara morfologi, karang merupakan
individu (hewan) yang terdiri dari jaringan keras (rangka kapur) dan jaringan
lunak (polip).tampak memiliki organ luar seperti tentacle, mulut, dan rangka
kapur (CaCO3). Rangka kapur karang itu sendiri pun memiliki bagian yang sangat
kompleks yang berfungsi sebagai penyokong dan penghubung antar pholip dalam
satu koloni karang.
a. Koralit, merupakan keseluruhan rangka
kapur yang terbentuk dari satu polip.
b. Septa, lempeng vertikel yang tersusun secara radial dari tengah tabung, seri
septa berbentuk daun dan tajam yang keluar dari dasar dengan pola berbeda
pada tiap spesies sehingga menjadi dasar pembagian (klasifikasi) spesies karang. Dalam satu koralit terdapat beberapa lempeng vertikel septa.
c. Konesteum, suatu lempeng horisontal yang menghubungkan antar koralit.
d. Kosta, bagian septa yang tumbuh hingga mencapai dinding luar dari koralit
e. Kalik, bagian diameter koralit yang diukur dari bagian atas septa yang berbentuk
b. Septa, lempeng vertikel yang tersusun secara radial dari tengah tabung, seri
septa berbentuk daun dan tajam yang keluar dari dasar dengan pola berbeda
pada tiap spesies sehingga menjadi dasar pembagian (klasifikasi) spesies karang. Dalam satu koralit terdapat beberapa lempeng vertikel septa.
c. Konesteum, suatu lempeng horisontal yang menghubungkan antar koralit.
d. Kosta, bagian septa yang tumbuh hingga mencapai dinding luar dari koralit
e. Kalik, bagian diameter koralit yang diukur dari bagian atas septa yang berbentuk
lekukan mengikuti bentuk bibir koralit
f. Kolumela, struktur yang berada di tengah koralit. Terdapat empat bentuk kolumela yang sering dijumpai yaitu padat, berpori, memanjang dan tanpa kolumela.
g. Pali, bagian dalam sebelah bawah dari septa yang melebar membentuk tonjolan sekitar kolumela. Membentuk struktur yang disebut paliform.
h. Koralum, merupakan keseluruhan rangka kapur yang dibentuk oleh keseluruhan polip dalam satu individu atau satu koloni.
i. Lempeng dasar, merupakan bagian dasar atau fondasi dari septa yang muncul membentuk struktur yang tegak dan melekat pada dinding (Nirwan, 2011).
f. Kolumela, struktur yang berada di tengah koralit. Terdapat empat bentuk kolumela yang sering dijumpai yaitu padat, berpori, memanjang dan tanpa kolumela.
g. Pali, bagian dalam sebelah bawah dari septa yang melebar membentuk tonjolan sekitar kolumela. Membentuk struktur yang disebut paliform.
h. Koralum, merupakan keseluruhan rangka kapur yang dibentuk oleh keseluruhan polip dalam satu individu atau satu koloni.
i. Lempeng dasar, merupakan bagian dasar atau fondasi dari septa yang muncul membentuk struktur yang tegak dan melekat pada dinding (Nirwan, 2011).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar