Kamis, 08 Maret 2012

Analisis Abstrak


RINGKASAN
Aslim Anwar, L 111 98 024. Tingkat Kematian Karang Keras (Scleractinia) Akibat Predator Bulu Seribu (Acanthaster planci) di Kepulauan Spermonde Makassar. (di bawah bimbingan Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc sebagai Ketua dan Syafyuddin Yusuf, ST, M.Si sebagai Anggota) 
Acanthaster planci dalam batasan populasi yang normal merupakan hal yang umum di dalam ekosistem terumbu karang dan memangsa polip atau bagian lunak dari karang batu (corralivore) yang menyebabkan kematian koloni karang batu.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerusakan terumbu karang akibat serangan Acanthaster planci di kepulauan Spermonde dengan membatasi kajian pada pengamatan kepadatan populasi dan ukuran koloni dari Acanthaster planci, jumlah dan luas koloni karang yang dimangsa oleh Acanthaster planci, serta kondisi terumbu karang sekitar.  Metode yang digunakan adalah LIT (Line Intersect Transeck) untuk melihat life form dari karang sedangkan dalam analisanya digunakan formula dari English (1994), Cox (1967), Indeks Dispersi Morisita.  Sedangkan hubungan antara jumlah populasi biota bulu seribu dengan luasan karang mati akibat predasi bulu seribu digunakan metode regresi linear dan gambaran distribusi bulu seribu terhadap kondisi terumbu karang dan preferensi makanannya digunakan metode CA (Correspondence Anayisis). 
Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa Pulau Bone Batang memiliki kepadatan rata-rata populasi bulu seribu yang paling tinggi dibandingkan Pulau Barrang Lompo dan Pulau Barrang Caddi, luasan karang mati akibat predasi bulu seribu lebih besar ditemukan di Pulau Bone Batang dibandingkan Pulau Barrang Lompo dan Pulau Barrang Caddi, fase Juvenile dari bulu seribu lebih menyukai hidup pada habitat dengan tutupan karang hidup lebih 30 %. Sedangkan fase Adult dari bulu seribu cenderung terdistribusi pada habitat dengan tutupan karang hidup berkisar 20 – 30 %, selanjutnya fase Senile Adult dari bulu seribu tampak terdistribusi pada habitat dengan tutupan karang hidup berkisar 10 – 20 %.

Kata Kunci: Acanthaster planci, Terumbu Karang, Kepulauan Spermonde.


1.    Alasan Pemilihan Abstrak
Dalam keseharian saya sendiri lebih banyak menghabiskan waktu di secret kami tercinta MSDC-UH yang merupakan simbol kebanggaan anak kelautan Unhas. Kebetulan kami di MSDC yang bermarkas di Lt. 2 Jasbog ini, memiliki beberapa koleksi Skripsi senior baik dalam bentuk hard copy maupun soft copy. Oleh karenanya ketimbang harus meminjam di perpustakaan fakultas yang dibatasi waktu peminjamannya, saya lebih memilih untuk mengambil Abstrak ini, meskipun topik yang disajikan tidak se lugas koleksi skripsi perpustakaan fakultas.
Secara keilmuan, Bulu seribu (Acanthaster planci) merupakan salah satu  hewan pemangsa polip karang. Acanthaster planci yang mengalami peningkatan jumlah secara drastis akan berubah menjelma menjadi  factor pendorong mortalitas karang.
Hal ini telah menjadi wacana yang hangat di bicarakan baik itu oleh kalangan peneliti, pemerhati karang, maupun surveyer karang itu sendiri yang kerap menjumpai Acanthaster planci di lapangan. Acanthaster planci telah menjelma menjadi sosok penghambat pertumbuhan karang dunia.Tak terkecuali di daerah Indonesia terkhusus Idonesia bagian timur, penyebaran Acanthaster planci pun sangat pesat. Hal ini disebabkan karena proses reproduksi Acanthaster planci yang begitu cepat.
2.    Urgensi Peneletian Terkait
Penelitian ini selain sebagai bahan pembelajaran untuk mempelajari fenomena yang terjadi di lapangan terkait ekosistem terumbu karang, penelitian ini jg dapat membantu proses monitoring kelestarian terumbu karang tiap tahunnya. Berbicara masalah monitoring, memang telah ada dilaksanakan kegiatan monitoring tahunan baik itu oleh pemerintah maupun lembaga-lembaga pemerhati lingkungan. Namun tidak menutup kemungkinan hasil yang lebih maksimal dan validasi data yang lebih tinggi akan kita dapat melalui pemantauan terpusat pada satu faktor pendorong. Dalam hal ini Acanthaster planci yang menjadi  faktor pendorong mortalitas karang.
3.    Analisis Kelanjutan Penelitian Terkait
Menilik dari urgensi topic yang diangkat dalam penelitian ini, dipadukan dengan wacana yang hangat diperbincngkan sekarang terkait masalah kerusakan karang akibat peningkatan populasi Acanthaster planci secara drastis.  Maka dipandang sangat bisa dan perlu untuk melanjutkan penelitian ini. Dengan kata lain dalam lingkup area pemantauan yang lebih luas. Selain sebagai sebuah penelitian, permasalahan ini dapat pula diangkat atau diusulkan menjadi program pemerintah, yakni pemantauan kerusakan terumbu karang akibat blooming Acanthaster planci.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar